Skip to main content
x
PL1

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemdes Lanosangia Luncurkan Program Pemanfaatan Lahan Tidur Senilai Rp21 Juta

LANOSANGIA – Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Desa Lanosangia dalam mengantisipasi kerawanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi sektor pertanian warga. Bertempat di Balai Desa Lanosangia, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, Kepala Desa Lanosangia secara resmi membuka program pembukaan dan pemanfaatan lahan tidur pada hari Rabu (10/06/2026).

Program ini digagas sebagai bagian dari realisasi agenda ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Fokus utamanya adalah mengubah lahan-lahan milik warga yang selama ini tidak produktif atau terlantar (lahan tidur) agar dapat diolah kembali menjadi area pertanian atau perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi.

Untuk mendukung keberhasilan program ini, Pemerintah Desa menetapkan 7 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai pengelola yang dinilai memiliki potensi lahan dan kesiapan tenaga. Guna menstimulasi proses pembersihan, pembukaan, dan modal awal pengelolaan lahan, setiap KPM diberikan dukungan anggaran langsung sebesar Rp3.000.000,-. Total anggaran yang dialokasikan oleh Pemdes Lanosangia untuk menyukseskan program ini adalah sebesar Rp21.000.000,- (Dua Puluh Satu Juta Rupiah).

Kepala Desa Lanosangia menegaskan bahwa program ketahanan pangan ini dirancang bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan stimulus produktif jangka panjang. Lahan tidur yang selama ini semak belukar diharapkan segera bertransformasi menjadi sumber pangan baru di desa.

"Program pemanfaatan lahan tidur ini adalah investasi masa depan bagi desa kita. Dengan bantuan stimulan senilai tiga juta rupiah per KPM, kami ingin para penerima manfaat serius menggarap lahannya. Jadikan lahan tersebut produktif kembali, baik ditanami tanaman pangan, sayuran, maupun komoditas perkebunan, agar hasilnya bisa menopang pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan," tegas Kepala Desa.

Agenda peluncuran program di Balai Desa berlangsung dengan lancar dan mendapat respon yang sangat positif dari para petani penerima manfaat. Warga berkomitmen untuk segera memulai aksi pengolahan lahan demi tercapainya kemandirian pangan di tingkat keluarga dan Desa Lanosangia secara umum